Kata ganti “saya”, memiliki makna ameliorasi dalam budaya di tempat saya (aku) tumbuh. Kata “saya” menempatkan penuturnya sebagai orang yang santun, berbudi bahasa yang baik. Dulu, emak saya melarang saya (aku) untuk menggunakan kata ganti “aku” disaat bertutur kata dengan orang yang lebih tua. “Pantang!” begitulah kira-kira katanya. Kata ganti “aku” mengalami proses peyorasi di [...]
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 3 Komentar »