Lebih baik maNa,
menghadapi smua masalah yang kita tahu nantinya bakaL membuat kita ceLaka, atau ATAU ‘menghindari semua maSaLah agaR kita seLamat daRi bahaya’?? (M-Ayz)
Jika pertanyaan ini terlontar dalam sebuah kelas bahasa indonesia, bahkan bahasa melayu sekalipun,
maka sang tuan guru akan berujar demikian,
“Apa lagi yang kau pikirkan atas pertanyaan retoris macam itu?”
Tak usahlah berkerut kening puan!
Tentulah, menghindari masalah lebih baik
daripada mencari masalah.
Sama seperti disaat kita bertemu musuh,
Tak harus melawan!
Kalau masih bisa menghindar..
Karena nanti
Disaat kau sudah cukup “mapan”
maka hantamlah masalah (musuh) tadi
maka “dia” pun seketika akan mati
Mundur selangkah untuk maju seribu langkah
bukanlah pengecut,
tapi jawara mengatasi masalah
Kelak jika umurmu bertambah
dan “dewasa” berkuasa atas kekanak-kanakanmu
maka kau lebih tenang dalam menjawab
berbagai pertanyaan retorismu itu
Banyak masalah yang sering kita hadapi, tidak hanya kuantitas, tapi juga banyak dalam hal “varietas”. Kini masalah-masalah mulai melakukan mutasi, mereka berkembang dan menyulap diri menjadi sosok yang menghantui. Tapi, haruskah kita menghadapi masalah-masalah yang memuakan itu? Menurutku, tidak! Artikel ini tidak ku tulis dalam upaya menyuburkan pesimisme atau mengajak kawan semua untuk mengindar lari dari masalah yang SUDAH ada. Aku hanya ingin berujar, jika sudah tahu laut sedang pasang, jangan membentangkan layar perahu Anda. Tak usahlah gusar dengan apa yang belum terjadi, selesaikan piring yang berserakan dilantai rumah Anda sekarang jangan menyusahkan pikiran tentang piring bersih yang mungkin menjadi kotor, tapi mungkin juga tidak.
“High risk high return”, Jika kawan pernah belajar manajemen keuangan, maka tak asing lagi dengan ungkapan tersebut, aksioma pertama manajemen keuangan. Aku adalah satu dari sekian juta umat manusia yang bermufakat atas aksioma tersebut. Kawan, apakah kau ada disisi ku atau berseberangan? Jika engkau berada tepat disampingku kini, maka peluk eratlah sebuah sikap “berani”. Ya! Berani menghadapi masalah, bukan mencari-cari masalah!
DIarsipkan di bawah: Uncategorized