“bu, maafkan ayah!”
“maaf? buat apa yah?”
“sebagai kepala keluarga rumah ini seharusnya aku mampu menafkahi kalian
tapi sekarang aku hanya bisa terbaring dan tidur-tiduran disini”
“ayah jangan bicara begitu, ayah ini kan lagi sakit”Setelah menemani ayah mengobrol, ibu pergi ke dapur,
anak-anak berlarian mendekati ibu mereka
“ibu…ibu..aku lapar”
“sabar ya nak…ibu sedang masak”
“sebentar lagi matang”
sambil mengaduk2 panci yang hanya berisi air”kalian tidur dulu ya nak”ibu berusaha menidurkan kedua anak-anaknya yang masih kecil itu
tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, ibu bergegas membukakannya.
Ada seorang laki-laki yg dari penampilannya sangat kaya.
Ibu bercakap-cakap dengan laki-laki itu sejenak
“sebentar ya pak, saya ambil dulu”
ibu berlari-lari kecil, ia kembali kedalam rumah,
mengambil bungkusan yang dibalut plastik hitam
dari bawah kolong tempat tidur anak-anak,
dan segera kembali menemui lelaki itu.
“Ini pak” kata ibu.
Lelaki itu langsung mengeluarkan sejumlah uang
dan beberapa bahan makanan serta obat.
Segera lelaki itu pergi.
Ibu pun kembali ke dapur dan memasak bahan makanan yang baru saja diperolehnya.
Anak-anak yang terbangun langsung lahap memakan hidangan yang telah tersaji, ayah pun meminum obat yang diberi istrinya.
Ayah bertanya, “ini dari siapa bu?”
“Dari orang dermawan yg baik hati” sahut ibu.
“Siapa?” kata ayah lagi.
Ibu jawab “ia tak menyebutkan namanya yah”.
Setelah membenahi piring dan gelas kotor di dekat tempat tidur ayah,
ibu membawanya kembali ke dapur, dan mencoba untuk istirahat di kamar anak-anaknya.
Ayah memanggil anaknya yang paling kecil,
“dimana ibu nak, tolong panggilkan!”,
anak patuh itu langsung saja mencari ibunya.
Segera setelahnya ia kembali,
si anak berlari menuju kamar ayah
dan mengadu
“Ayah! ibu ada di kamarku”
“Sudah kau panggilkan ia nak?”
“Belum yah, tadi ibu menangis!”
“Hah kenapa..??” tanya ayah dengan rasa ingin tahunya
“Ntahlah ayah, aku tak tahu
yg aku tau, sekarang ibu sedang menyisir kepalanya yang botak”
jawab anak itu lugu.
-andi.abdullah-